Minggu, 19 Oktober 2008

Manajemen Yang Kurang Baik


Jika kita mengulas kebelakang banyak sekali peristiwa yang telah terjadi yang berhubungan dengan pemerintahan dan tentu saja berhubungan dengan masyarakat luas. Seperti kejadian yang baru baru ini terjadi dan masih hangat untuk diperbincangkan. Yaitu mengenai kasus proyek Blue Energy, dan kasus berikutnya yaitu padi supertoy yang gagal panen. Ada lagi Tragedy yang baru saja terjadi pada pembagian zakat di Pasuruhan yang menewaskan hingga 21orang tersebut. Sebenarnya jika kita telusuri lebih lanjut lagi merupakan akibat dari manajemen yang kurang baik dari pemerintah maupun dari suatu golongan tertentu yang menyelenggarakan acara tersebut. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan bagi pemerintah yang bersangkutan terlebih bagi masyarakat yang merasakan sekali dampaknya. Setiap peristiwa tersebut sebenarnya dapat di antisipasi, tapi tentunya dengan pengaturan dan struktur yang terencana dengan matang. Sebelumnya, proyek Blue Energy proyek yang semula akan membanggakan negeri ini dengan menggunakan bahan dasar air, sebagai pengganti minyak tanah, premium, pertamax maupun avtur. Namun, Joko Suprapto sebagai penemu, tak bisa membuktikannya dan kemudian malah dinyatakan resmi sebagai tersangka oleh Polda Yogyakarta. Lalu menaggapi mengenai kasus padi supertoy yang telah disponsori oleh presiden SBY,sebenarnya itu bukanlah semuanya kesalahannya, beliau bermaksud baik dengan tujuan ingin mengatasi dan mengembangkan masalah pangan di Indonesia yaitu dengan produk unggulan benih padi supertoy yang diperkirakan dalam setahun dapat memanen hingga tiga kali, namun mungkin juga kurang perhitungan dalam manajemennya sehingga sebelum tiga kali panen sudah mengalami puso. Sebaiknya dalam hal ini pemerintah jangan terburu-buru lagi dalam meresmikan atau gampang di ajak utk meresmikan sesuatu tanpa disertai dengan analisis data yg akurat dan dalam pemerintah itu sendiri saya rasa ada devisi yg menangani hal tersebut dan bisa memperhitungkannya baik buruknya. Dalam hal ini kita juga harus instrospeksi kepada rakyat karena kurangnya pengetahuan terhadap penemuan bibit baru. Dan pada kasus pembagian zakat di Pasuruhan yang menewaskan 21 orang tersebut juga merupakan dampak dari manajeman yang kurang terencana dari sebagian orang yang ingin menyalurkan zakat langsung kepada masyarakat, namun ternyata masih sangat kurang terorganisir dengan baik dan tanpa melibatkan pihak-pihak yang berwajib sehingga terjadi kekacauan dan menewaskan sekitar 21 orang. Tentunya hal ini sangatlah memprihatinkan sekali,hanya karna berebut uang yang jumlahnya tidak begitu banyak,harus rela mengorbankan nyawa. Akan lebih baik dan terorganisir jika pembagian zakat tersebut disalurkan melalui rumah-rumah zakat yang ada tanpa melibatkan langsung pemberi zakat, dan tentunya amal zakat tersebut mungkin malah lebih dapat dirasakan. Dari kasus-kasus yang terjadi, dapat diambil hikmahnya dan berharap peristiwa-peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Untuk kedepannya diharapkan pemerintah harus lebih memperhatikan rakyatnya, jangan cepat mengambil tindakan tanpa dipikirkan matang-matang.

Tidak ada komentar: